Digital Video Recorder yang satu ini (Avtech KPD 674 ZA) memang sudah sangat populer di kalangan mengguna dan pemerhati CCTV. Selain harganya yang cukup ekonomis, fitur-fitur yang dihadirkan pun tidak kalah dibandingkan dengan DVR kelas atas lainnya.

Walaupun tidak asing di telinga kita, ternyata DVR tersebut menyimpan rahasia yang belum pernah atau sedikit dari kita yang mengetahuinya. Salah satunya cara hard reset DVR tersebut.

Kebanyakan dari kita me-reset atau kembali ke pengaturan awal (default pabrik) dengan menggunakan menu yang tersedia (password default “0000”). Tapi pernahkah kita temui kasus “lupa password” ? Solusi dari kebanyakan orang yaitu dengan membongkar casing dan melepas baterai CMOS. Akan tetapi hal tersebut sama saja tidak berarti atau sia-sia.

Kami mempunyai solusi jitu mengatasi hal tersebut yaitu dengan Hard Reset, langkah-langkahnya seperti dibawat ini :
  • Lepaskah penutup DVR bagian atas (casing DVR), dan cari chip resistor untuk mengatur ulang perangkat DVR tersebut
  • Chip resistor tersebut biasanya diberi kode TP5/TP6 dan letaknya berada didekat IC CMOS, X-TAL, atau bahkan didekat port USB. Seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

                  

  • Lepaskan Power DVR dari aliran listrik (Adaptor DVR), kemudian hubungkan pendek / konsletkan resistor tersebut (TP5 dan TP6) dengan benda konduktor (kabel/kaki komponen.obeng). Sambil ditahan nyalakan DVR dengan menghubungkan lagi Power DVR (adaptor DVR) ke aliran listrik dan nyalakan tombol power DVR.
  • Setelah DVR menyala (proses booting) dan terdengar bunyi beep sekali, lepaskan segera benda konduktor (kabel/kaki komponen/obeng) pada TP 5 dan TP 6.
  • Dan lihat hasilnya



Sumber : lensacctv.blogspot.com

Read More..



Sedikit penjelasan mengenai kabel cctv yg umum dipergunakan. Kabel CCTV ada beberapa macam jenis, kami pilah menjadi 3 jenis kabel yang tersedia saja agar tidak membingungkan, yaitu :
1.      Kabel cctv 3 jalur
2.      Kabel Coaxial
3.      Kabel Coaxial + power cable.

1. Kabel cctv 3 jalur

Kabel cctv 3 jalur sangat praktis, dikarenakan kabel terdiri dari jalur VIDEO, AUDIO serta ADAPTOR/POWER, terlebih lagi, konektor juga sudah terpasang langsung. Jalur VIDEO sudah berkonektor RCA, jika camera maupun perlengkapan menggunakan konektor BNC, cukup tambahkan konektor BNC-RCA (BNC male - RCA female). Jalur AUDIO berkonektor RCA (tentunya sudah umum, dan tidak memerlukan tambahan konektor).


Jalur ADAPTOR/POWER sudah berkonektor DC, dikedua ujung kabel ini berbeda konektor DC nya, untuk konektor DC female dicolokan langsung ke Adaptor, dan konektor DC male dicolokan langsung ke camera, sehingga adaptor tidak perlu berada didekat camera.

Selain karena hal praktis tadi, kabel ini juga sudah cukup bagus dipakai, asalkan digunakan pada jarak yang tidak terlalu jauh (disarankan tidak melebihi 40 meter, diatas itu dikuatirkan menimbulkan noise pada gambar). Satu hal yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakan kabel cctv 3 jalur adalah, harus menentukan panjang kabel yang akan dipakai terlebih dahulu. Mengapa demikian? karena kabel ini sudah tersedia dalam beberapa ukuran panjang yang kemasannya sudah jadi dari pabrikan, tinggal memilih saja dari ukuran panjang yang tersedia (10, 15, 20,25,30,35,40 meter). Praktis, namun harus mengetahui panjang kabel yang akan digunakan sebelumnya.

2. Kabel Coaxial
Kabel Coaxial, single line atau hanya 1 jalur untuk VIDEO saja. Kabel jenis ini baik digunakan utk jarak yang jauh sekalipun, namun dikarenakan hanya 1 line VIDEO saja, maka jika memerlukan AUDIO harus melakukan 2 kali penarikan kabel.

Dan jika tidak ingin adaptor berada didekat camera, maka harus melakukan penarikan kabel power. Terlebih lagi, kabel ini belum berkonektor, sehingga harus memasang konektor nya terlebih dahulu sebelum bisa dipergunakan.
Dengan kabel ini tidak terlalu perlu mengetahui secara detail panjang jalur kabel, tersedia panjang 100 dan 300 meter per roll.

3. Kabel Coaxial + power cable.
Kabel Coaxial + Power Cable, kabel terdiri dari jalur VIDEO dan ADAPTOR/POWER. Power Cable berada secara terpisah dan diluar kabel inti VIDEO, namun tetap menempel dan menjadi satu-kesatuan.

Kabel jenis ini baik digunakan untuk jarak yang jauh sekalipun, namun dikarenakan hanya 1 line VIDEO saja, maka jika memerlukan AUDIO harus melakukan 2 kali penarikan kabel (sangat disayangkan jika melakukan 2 kali penarikan kabel, maka kabel power yang satunya tidak digunakan). Dengan adanya power cable, Adaptor tidak perlu berada didekat camera, cukup menambahkan konektor DC, atau langsung menyambungnya dengan kabel adaptor bawaan dari camera.

Kabel ini belum berkonektor, sehingga harus memasang konektor nya terlebih dahulu sebelum bisa dipergunakan. Dengan kabel ini tidak terlalu perlu mengetahui secara detail panjang jalur kabel, saat ini tersedia panjang 300 meter per roll.

download artikel (pdf)
Sumber : lensacctv.blogspot.com

Read More..


Banyak Pelanggan yang sering bertanya jenis cctv resolusi yang terbaik bagi sistem CCTV khusus mereka. Memilih resolusi cctv yang tepat untuk kamarea cctv Anda dapat membuat pemasangan cctv anda mejadi tidak sia – sia.
 
Berikut ini saya mencoba mengambarkan perbedaan antara CCTV Analog dan IP, sehingga anda dapat memahami sebelum melakukan pembelian CCTV

CCTV Kamera Resolusi untuk Analog
Untuk kamera analog standar, resolusi diukur dengan Garis TV. Untuk sebagian besar kamera analog baru kisaran TVL adalah 420-700 TVL. Meskipun 420 TVL dianggap terendah, aku pernah melihat sistem kamera di mana pengguna hanya menutupi jarak pendek dan kualitas video itu sebenarnya cukup bagus. Jangan secara otomatis beranggapan resolusi rendah camera 420TVL adalah sampah. Untuk jarak pendek, kamera resolusi rendah bisa menghemat uang dan menempatkan gambar yang cukup baik. Sekarang, TVL 600 dan di atas memiliki gambar yang sangat baik. Gambar-gambar yang lebih tajam dan kontras yang besar.

Jika Anda menginginkan kejelasan gambar besarnya 600TVL + adalah pilihan cctv yang cocok untuk Anda. Selain itu Ada beberapa faktor lain yang juga mengpengaruhi seperti lensa, lux, dynamic range luas, dll.

CCTV Resolusi untuk DVR (resolusi perekaman)
Setelah kamera menangkap gambar yang Anda inginkan, ia akan mengirim mereka melalui kabel coaxial (atau Cat 5 dengan balun) untuk DVR. Pada DVR, gambar dikonversi dari sinyal analog menjadi format digital untuk disimpan pada hard drive. Ini adalah bagian paling penting dari CCTV. Kamera terbesar yang paling kuat tidak akan efektif jika gambar dikompresi ke apa-apa dengan DVR. Dua jenis DVR yang paling populer resolusi CIF dan D1. CIF adalah didefinisikan sebagai 320 × 240 piksel dan D1 adalah 720 × 480. Seperti yang Anda tahu, D1 adalah 4 kali lebih besar dari CIF. Itu berarti bahwa sinyal analog mentah dari kamera akan dikompresi kurang, memberikan detil yang lebih baik.

Resolusi CCTV IP Kamera
Selanjutnya, kita akan membahas resolusi untuk kamera CCTV IP. IP kamera (megapixel khusus) mampu memberikan resolusi lebih tinggi. Pertama, kamera MP sudah digital sehingga tidak ada konversi atau kompresi. Kedua, kamera MP menjalankan sinyal mereka melalui Cat 5 atau 6 yang memungkinkan untuk transfer data yang jauh lebih tinggi.

1.3M umumnya resolusi kamera megapiksel terkecil IP, tetapi masih cukup resolusi sedikit lebih besar daripada camera analog. Meskipun ini adalah sebuah lompatan besar dari analog, jika hal ini tidak cukup anda dapat melompat ke 3,0 megapiksel dan mendapatkan resolusi 2048 × 1536. Masih ingin yang lebih besar? Anda bisa menggunakan IP camera dengan megapiksel 5 untuk 2592 × 1944 untuk gambar HiGH.


download artikel (pdf)
Sumber : lensacctv.blogspot.com

Read More..